Langsung ke konten utama

Jumlah Masyarakat Terkonfirmasi Covid-19 Semakin Melonjak di Sukoharjo

 


sumber : covid19.go.id 

Sudah hampir setahun lebih Indonesia dilanda wabah virus corona. Hasil data dari kompas.com pada tanggal 26 Desember 2020, pasien yang terpapar virus corona bertambah 6.740 sehingga menjadi 706.837 orang yang terpapar saat ini. Namun pasien  yang sembuh juga bertambah 6.324 sehingga menjadi 576.693 orang yang berhasil sembuh dari virus corona. Dengan data tersebut, terjadi kenaikan yang terkonfirmasi positif virus corona di Kabupaten Sukoharjo, Jawa tengah yaitu 2.653 orang.  Dari data tersebut, yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 225. Sebanyak 165 melakukam rawat inap di rumah sakit. Sebanyak 143 meninggal dunia. Dan sebanyak 2.120 sudah sembuh dan selesai melakukan isolasi mandiri.

Terjadinya lonjakan tersebut menyebabkan status di Kabupaten Sukoharjo menjadi zona merah yang semakin panjang. Lonjakan tersebut dikarenakan masyarakat banyak yang melanggar protokol kesehatan ketika berada di luar rumah. Banyak yang tidak memakai masker dan berada dikerumunan. Ada juga dari klaster kantor yang menyebabkan banyak orang terpapar virus corona dengan tanpa gejala atau OTG (Orang Tanpa Gejala). Dari lingkungan rumah pun juga ada yang terpapar virus covid-19. Hal tersebut disebabkan oleh penyakit bawaan. Sehingga mereka harus dirawat intensif di rumah sakit dan terpapar virus corona.

Masyarakat di Sukoharjo hingga saat ini masih banyak yang nongkrong bareng teman-temannya di luar rumah. Hal tersebut dilakukan karena mereka bosen berada di rumah. Meskipun banyak yang mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan memakai hand sanitizer, tetapi banyak juga yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut menyebabkan kerumunan dan memicu penyebaran virus covid-19.

Namun, bebrapa cara untuk mncegah kelonjakan penyebaran virus corona telah dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh satpol PP yang terus melakukan operasi masker di berbagai daerah di Sukoharjo. Meskipun telah dilakukan operasi masker, tetapi masih banyak warga yang melanggar. Hal tersebut dikarenakan banyak warga yang mulai menyepelekan virus covid-19 ini.

Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan protokol kesehatan yang seharusnya diterapkan dimanapun berada. Protokol kesehatan ini diterapkan guna mencegah penyebaran Covid-19. Berikut cara untuk melakukan protkol kesehatan:

1.      Sebaiknya hindari keluar rumah jika tidak terlalu mendesak.

2.      Memakai masker jika terpaksa harus keluar rumah/ sedang bepergian.

3.      Hindari kerumunan.

4.      Berjaga jarak dengan orang yang batuk atau bersin.

5.      Membawa handsanitaizer/ sering-sering mencuci tangan dengan air dan sabun dalam waktu 20 detik.

6.      Hindari menyentuh benda-benda yang ada di luar rumah.

7.      Hindari menyentuh area mata, hidung, dan mulut.

8.      Meminum vitamin.

9.      Makan makanan yang sehat dan bergizi.

Melakukan protokol kesehatan sangat disarankan, karena untuk menghindari virus corona. Banyak yang melakukan protokol kesehatan tetapi tetap terpapar virus corona. Oleh sebab itu, tetap menaati protokol kesehatan itu sangat penting. Jika bukan diri kita yang melakukannya, lantas siapa lagi?

 

Penulis : Sekaringtyas Utamayanti

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pencurian di Tengah Pandemi Virus Corona

Pencurian di Tengah Pandemi Virus Corona Sekaringtyas Jum'at, 01 Mei 2020 08:25 WIB Ilustrasi pencurian rumah (Foto: Edi Wahyono/detikcom) BENDOSARI, KABUPATEN SUKOHARJO -   Kasus pencurian kembali meruak di lingkungan masyarakat. Telah terjadi pencurian pada hari minggu (26/04/20) di Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Polisi masih memburu pelaku karena belum diketahui keberadaannya. Melihat kondisi rumah korban, diduga pelaku melancarkan aksinya yaitu dengan mencongkel pintu rumah korban. Nam un, pelaku melakukan aksinya dengan sangat mulus. Hampir tidak terlihat tanda-tanda  congkelan  pada pintu rumah  tersebut. Menurut warga sekitar,  di dalam rumah tersebut terdapat dua orang yang sedang tidur. Pencurian terjadi sekitar minggu dini hari. Namun, korban baru menyadari pukul 03.15 WIB. Saat akan sahur, korban melihat kamarnya yang sudah berantakan. “Yang punya rumah ada kok, dua orang. Mereka sedang tidur. Bangun-bangun kamarnya sudah...

UTS Jurnalistik

UTS Daring (dalam jaringan) saat Pandemi Virus Corona (Covid-19) Adanya pandemi Virus Corona ini, menyebabkan banyak sekali dampak bagi masyarakat maupun bagi dunia. Selain berdampak pada perekonomian negara, Virus Corona juga berdampak pada dunia pendidikan. Pemerintah di banyak negara, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah mengeluarkan kebijakan yang harus ditaati oleh seluruh warga negara untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan meluasnya penularan Virus Corona. Saat ini di Indonesia, beberapa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) maupun PTS (Perguruan Tinggi Swasta) mulai menerapkan kebijakan perkuliahan yang dilakukan dari jarak jauh yaitu perkuliahan secara online atau daring (dalam jaringan). Perkuliahan secara online atau daring (dalam jaringan) dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran online yang telah ada seperti schoology, edmodo, google classroom, zoom, dan sebagainya. Sekarang UM...

Feature News

WARUNG TEMPOE DOLOE  Oleh Sekaringtyas Utamayanti Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman Seiring berkembangnya zaman, banyak warung makan baru yang menyita perhatian para remaja hingga orang tua. Warung makan yang di desain dengan sedemikian rupa untuk menarik perhatian pelanggannya. Mulai dari tempatnya hingga menu-menunya yang berbeda dari tempat yang lain. Tetapi, di Semarang masih ada salah satu warung tempoe doloe yang hingga saat ini masih buka. Warung   tersebut bernama “Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman”. Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman yang beralamatkan di Jalan Cinde Barat 1/ 26, Semarang, Jawa Tengah ini buka pukul 06.30-17.00. Warung yang berdiri sejak tahun 1964 ini memiliki berbagai macam menu masakan jawa seperti soto, opor, pecel,   gule, nasi rames, dan garang asem. Sedangkan menu terfavorit di Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini adalah garang asem. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan cucu pemilik warung yaitu Bu Sar, “Bahwa garang asem sebenarnya makanan k...