WARUNG TEMPOE DOLOE
Oleh Sekaringtyas Utamayanti
Seiring berkembangnya zaman, banyak warung
makan baru yang menyita perhatian para remaja hingga orang tua. Warung makan
yang di desain dengan sedemikian rupa untuk menarik perhatian
pelanggannya. Mulai dari tempatnya hingga menu-menunya yang berbeda dari tempat
yang lain. Tetapi, di Semarang masih ada salah satu warung tempoe doloe yang
hingga saat ini masih buka. Warung tersebut
bernama “Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman”.
Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman yang
beralamatkan di Jalan Cinde Barat 1/ 26, Semarang, Jawa Tengah ini buka pukul
06.30-17.00. Warung yang berdiri sejak tahun 1964 ini memiliki berbagai macam
menu masakan jawa seperti soto, opor, pecel, gule, nasi rames, dan garang asem. Sedangkan menu
terfavorit di Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini adalah garang asem. Berdasarkan
hasil wawancara saya dengan cucu pemilik warung yaitu Bu Sar, “Bahwa garang asem
sebenarnya makanan khas Grobogan, tapi sekarang makanan ini ada diberbagi kota
di Jawa Tengah. Garang asem inikan memiliki ciri khas rasa yang asam dan pedas,
gitu. Jadi, masyarakat banyak yang menyukai makanan ini, mbak,” ujarnya.
Harga di Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman
ini juga sangat terjangkau, mulai dari Rp. 7000,00 hingga Rp. 20.000,00 saja. Sedangkan
harga minumanya mulai dari Rp. 3.000,00 hingga Rp. 5.000,00 saja. Jadi, tidak
heran jika disaat jam makan siang warung makan ini penuh dengan pembeli
mahaiswa, mahasiswi, pelajar, tukang becak, sopir angkutan, hingga pegawai
kantoran. Meski Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini sudah berdiri sejak lama,
namun pelanggan-pelanggannya masih setia bahkan ada yang sampai ke anak cucu
pelanggannya.
Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini berada
di tempat yang strategis. Tidak dipinggir jalan raya, namun berada di daerah
yang ramai sehingga banyak masyarakat yang mengetahui Warung Makan Ibu Hj. S.
Rasiman ini. Meskipun makanannya disajikan dengan sederhana, namun Warung Makan
Ibu Hj. S. Rasiman ini sangat menjunjung tinggi kualitas rasa pada masakan. Jadi,
tidak heran jika rasa pada makanannya sangat “nendang” alias “maknyuuus”. Sudah
harganya murah, ditambah lagi rasanya yang membuat lidah bergoyang menjadikan
masyarakat banyak yang menyukai Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini.
Menurut hasil wawancara saya dengan Bu Sar,
“Bahwa Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini memiliki masa kejayaan, pada tahun
1975-1985. Pada tahun-tahun tersebut warung ini masih sangat ramai, mbak. Karena
dulu tempatnya masih di patung gajah Cinde Barat situ, jadi masih lebih
terjangkau lagi kalau dulu,” ujarnya. Meskipun Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman
sudah pindah, namun juga masih banyak pelanggan yang mampir untuk makan disana.
Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini memfasilitasi
pembeli dengan kipas angin dan tempat cuci tangan atau wastafel. Di warung
ini, pembeli hanya bisa makan dengan kursi-kursi kayu dan meja-meja kayu, jadi
tidak ada pilihan lesehan ketika akan makan disana. Di Warung Makan Ibu Hj. S.
Rasiman ini juga dilengkapi dengan jajanan-jajanan seperti ciki, permen, dan
susu kotak untuk anak-anak yang ingin menikmatinya.
Bagi kalian mahasiswa, mahasiswi, pelajar, sopir, pegawai atau pun orang yang hanya lewat mungkin ingin menikmati masakan jawa dengan suasana warung tempoe doloe ini salah satu tempat yang patut untuk dicoba. Apa lagi bagi mahasiswa ataupun mahasiswi yang sedang terjerat krisis akhir bulan, warung makan ini akan mempertahankan hidupmu. Karena harganya yang murah dan rasa yang sangat nikmat. Dengan harga kaki lima, kamu bisa merasakan masakan rasa bintang lima.

Komentar
Posting Komentar