Langsung ke konten utama

 

Masita Dimsum.. dimsum kekinian di Sukoharjo

Foto dokumentasi pribadi

Bisnis kuliner memang banyak digeluti masyarakat. Salah satu kuliner makanan yang sangat diminati masyarakat Indonesia saat ini yaitu dimsum. Dimsum merupakan makanan tradisional China yang rasanya sangat lezat. Dimsum terbuat dari kulit pangsit yang diisi dengan ayam dan udang cincang yang diatasnya diberi berbagai topping, seperti jamur, parutan wortel, dan lainnya.

Di Sukoharjo terdapat beberapa penjual kuliner dimsum. Salah satu kuliner dimsum terkenal di Sukoharjo yaitu Masita Dimsum. Dimsum ini dijual menggunakan gerobak potable di pinggir jalan dan baru melakukan grand opening di Sukoharjo pada 19 September 2020. Masita Dimsum  beralamatkan di Jl. Veteran 12 atau timur batik wahyu kembar. Lokasinya sangat strategis karena berdekatan juga dengan alun-alun Satya Negara Sukoharjo.

Banyak masyarakat Sukoharjo yang antusias dengan kehadiran Masita Dimsum ini. Meski Masita Dimsum ini buka mulai pukul 16.30 hingga 21.00 WIB saja, namun belum sampai pukul 21.00 dimsumnya sudah habis. “Bukanya memang sore dan kadang belum sampai jam 21.00 sudah habis. Bukanya sore karena kalau pagi masih belum ada yang jaga, Mbak. Ini juga baru mencari-cari tenaga partime untuk yang pagi hari,” ujar salah satu tenaga kerja di Masita Dimsum pada (13/11).

Dimsum di Masita Dimsum ini dibuat dengan 97% daging ayam pilihan dan tanpa pengawet. Ada berbagai macam dimsum seperti dimsum cumi, wortel, jamur, udang, dan smoke beef. Ketika membeli seporsi dimsum didalamnya juga terdapat saus sambal yang rasanya pedas, manis, dan gurih. “Dimsumnya tanpa pengawet kok. Jadi Insyaallah sehat,” terangnya.


Foto dokumentasi pribadi

Seorang pelanggan juga merasakan kenikmatan yang ada dalam dimsum ini. "Rasanya enak banget, nagih gitu. Sering kesini beli buat cemilan di rumah. Murah jugakan. Pokonya mantap," ungkap Dyah salah satu pelanggan Masita Dimsum.

Selain rasanya yang nikmat, harganya juga sangat terjangkau. Dimsum yang berisi 4 dibandrol dengan harga Rp 13.000,- dan yang berisi 5 dibandrol dengan harga Rp 16.000 – Rp 18.000 saja. Ada juga yang berisi 10 dibandrol dengan harga Rp 31.000 – Rp 35.000.  Cukup murah bukan? Tidak heran jika Masita Dimsum selalu ramai pembeli. Masita Dimsum ini menyediakan dimsum yang ready to eat dan take away. Jadi, pembeli tidak perlu kebingungan dan tidak perlu berpikir panjang untuk membelinya.

Suksesnya Masita Dimsum membuat pemilik memutuskan untuk membuka cabang di beberapa daerah. Ada 2 cabang, yaitu di Karanganyar dan Boyolali. “Masita ini nggak hanya ada di Sukoharjo aja Mbak, tapi juga buka cabang di Karanganyar dan Boyolali,” ungkapnya kemudian.

Bagi kalian masyarakat Sukoharjo dan maupun luar kota yang sedang berkunjung ke Sukoharjo, bisa mencoba Masita Dimsum ini. Tempatnya tejangkau, rasanya enak, dan harganya murah. Buat pelajar atau mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas bisa juga membeli dimsum ini menemani mengerjakan tugas. Jika malas untuk keluar rumah, Masita Dimsum ini juga tersedia di aplikasi Gojek.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pencurian di Tengah Pandemi Virus Corona

Pencurian di Tengah Pandemi Virus Corona Sekaringtyas Jum'at, 01 Mei 2020 08:25 WIB Ilustrasi pencurian rumah (Foto: Edi Wahyono/detikcom) BENDOSARI, KABUPATEN SUKOHARJO -   Kasus pencurian kembali meruak di lingkungan masyarakat. Telah terjadi pencurian pada hari minggu (26/04/20) di Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Polisi masih memburu pelaku karena belum diketahui keberadaannya. Melihat kondisi rumah korban, diduga pelaku melancarkan aksinya yaitu dengan mencongkel pintu rumah korban. Nam un, pelaku melakukan aksinya dengan sangat mulus. Hampir tidak terlihat tanda-tanda  congkelan  pada pintu rumah  tersebut. Menurut warga sekitar,  di dalam rumah tersebut terdapat dua orang yang sedang tidur. Pencurian terjadi sekitar minggu dini hari. Namun, korban baru menyadari pukul 03.15 WIB. Saat akan sahur, korban melihat kamarnya yang sudah berantakan. “Yang punya rumah ada kok, dua orang. Mereka sedang tidur. Bangun-bangun kamarnya sudah...

UTS Jurnalistik

UTS Daring (dalam jaringan) saat Pandemi Virus Corona (Covid-19) Adanya pandemi Virus Corona ini, menyebabkan banyak sekali dampak bagi masyarakat maupun bagi dunia. Selain berdampak pada perekonomian negara, Virus Corona juga berdampak pada dunia pendidikan. Pemerintah di banyak negara, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah mengeluarkan kebijakan yang harus ditaati oleh seluruh warga negara untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan meluasnya penularan Virus Corona. Saat ini di Indonesia, beberapa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) maupun PTS (Perguruan Tinggi Swasta) mulai menerapkan kebijakan perkuliahan yang dilakukan dari jarak jauh yaitu perkuliahan secara online atau daring (dalam jaringan). Perkuliahan secara online atau daring (dalam jaringan) dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran online yang telah ada seperti schoology, edmodo, google classroom, zoom, dan sebagainya. Sekarang UM...

Feature News

WARUNG TEMPOE DOLOE  Oleh Sekaringtyas Utamayanti Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman Seiring berkembangnya zaman, banyak warung makan baru yang menyita perhatian para remaja hingga orang tua. Warung makan yang di desain dengan sedemikian rupa untuk menarik perhatian pelanggannya. Mulai dari tempatnya hingga menu-menunya yang berbeda dari tempat yang lain. Tetapi, di Semarang masih ada salah satu warung tempoe doloe yang hingga saat ini masih buka. Warung   tersebut bernama “Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman”. Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman yang beralamatkan di Jalan Cinde Barat 1/ 26, Semarang, Jawa Tengah ini buka pukul 06.30-17.00. Warung yang berdiri sejak tahun 1964 ini memiliki berbagai macam menu masakan jawa seperti soto, opor, pecel,   gule, nasi rames, dan garang asem. Sedangkan menu terfavorit di Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini adalah garang asem. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan cucu pemilik warung yaitu Bu Sar, “Bahwa garang asem sebenarnya makanan k...