Coffee Shop Trend di Kalangan Anak Muda
Kemunculan coffee shop membuat kalangan anak
muda secara massal menjadi penikmat kopi dadakan. Apalagi jaman yang semakin
modern ini, coffee shop menjadi incaran kalangan anak muda untuk mengisi
waktu luang atau bersantai dengan teman-temannya. Tentunya di dalam coffee
shop sendiri menyajikan berbagai ragam kopi dan ada juga berbagai makanan
ringan. coffee shop yang lagi trend sekarang memang menyajikan konsep
yang sangat kreatif. Tujuannya untuk pelanggan agar mendapatkan suasana baru
dan tempat yang nyaman. coffee shop bukan hanya tempat untuk berbincang
dengan teman-teman, tetapi juga tempat untuk mengerjakan tugas, rapat, dan juga
menonton pertunjukkan musik. Pengunjung coffee shop memang mayoritas
adalah kalangan anak muda.
Perkembangan Coffee Shop
Pada tahun 1475 sebenarnya sudah ada coffee shop yang
berdiri di Kiva Han, Konstantinopel. Kopi-kopi yang dijual juga berasal dari
negara tersebut. Lalu coffee shop mulai memasuki Eropa pada tahun 1529.
Di Eropa kopi mulai di campurkan dengan susu, cream, dan gula. Tujuannya untuk
menambah cita rasa agar lebih halus dan juga untuk menambah sensasi ketika
sedang menikmati kopi. Lambat laun cara meminum kopi seperti itu mulai
berkembang di Eropa dan juga orang Eropa mulai menambahkan makanan pendamping
seperti kue-kue manis dan makanan-makanan ringan lainnya.
coffee shop di Eropa awalnya hanya menjadi tempat singgah bagi
pelancong untuk beristirahat sejenak setelah melakukan perjalanan yang jauh.
Namun seiring berjalannya waktu, coffee shop beralih menjadi tempat
untuk berkumpul dan berdiskusi bagi kalangan intelektual pada masa Revolusi
Perancis tahun 1789. Pada tahun 1652, coffee shop mulai masuk di negara
Inggris dengan tetap berkiblak pada coffee shop Turki. Setelah coffee
shop cukup populer di Eropa dan Inggris, pada tahun 1972 coffee shop mulai
memasuki Amerika. Di negara Amerika, coffee shop cukup signifikan
perkembangannya.
Nah, tahun 1878 coffee shop mulai berdiri di
Indonesia yang waktu itu masih masa pemerintahan kolonial Belanda. Coffee
Shop didirikan oleh pria etnis Cina yang bernama Liauw Tek Soen dan pada
waktu itu berlokasi di Molenvliet Oost Batavia yang sekarang menjadi Jl. Hayam
Wuruk, Jakarta. Banyaknya orang Belanda yang tinggal di Batavia juga membawa
budaya dari negeri asalnya, salah satunya yaitu berkumpul sambil menikmati
kopi. Hal itu kemungkinan menjadi salah satu faktor didirikannya coffee shop
di Indonesia.
Keunikan Beberapa Coffee Shop di kota Sragen dan kota Surakarta
Jika
kalian mengunjungi beberapa kafe lokal yang terdapat di sekitar tempat tinggal
kalian, pasti kalian akan menemukan perbedaan antara kafe yang satu dengan yang
lainnya. Perbedaan inipun tanpa disadari menjadi keunikan dari kedai kopi
tersebut, sehingga sering menjadi tren yang berkembang. Salah satu coffee shop
yang berada di kota Sragen dan kota Surakarta. Terdapat banyak sekali sekali coffee shop yang
berada pada kedua tersebut, dan tentu saja memiliki keunikan masing-masing. Pada
tulisan ini akan membahas tiga keunikan coffe shop yang berada di kota Sragen
dan kota Surakarta, diantaranya ada Pranadjaya coffe, Kenbirti coffe dan Solo
Kopi.
Pranadjaya
Coffee
Pranadjaya Coffee merupakan coffee shop yang beralamat di Jl. Ks Tubun, Kebayan 3, Sragen Kulon, Kec. Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Jam operasional pranajaya yaitu pukul 12.00 sampai pukul 24.00. Kedai kopi pranajaya juga memiliki jargon yaitu “I am coffe with you”. Terdapat 2 ruangan pada coffee shop Pranadjaya yaitu outdoor dan indoor. Pada kedai kopi tersebut memiliki tema untuk tempatnya yaitu bertema alam, terdapat beberapa interior ruangannya yang memakai batang kayu untuk kursi serta meja yang berdasain jendela kayu yang telah usang. Pada bagian indoor bertema rumahan serta yang bagian outdoor bertema alam. Banyak tumbuhan yang tumbuh subur dibagian outdoornya yang menjadikan suasana semakin asri. Ada satu keunikan yang terdapat pada kedai kopi tersebut yaitu terdapat sepeda motor tua yang berada pada bagian indoor coffee shop yang menambah aksesoris untuk ruangannya agar terlihat semakin seperti suasana rumahan zaman dahulu. Untuk memperkuat konsep rumah zaman dahulu terdapat beberapa lukisan kuno serta menggunakan interior kursi dan meja pada zaman dahulu. Tidak hanya interior pengisi ruangan saja yang memilih konsep zaman kuno yaitu pemilihan interior untuk makanan juga menggunakan konsep zaman kuno. Misalnya ketika memesan makanan pisang goreng tidak disajikan pada piring, namun disajikan pada mangkok yang berbentuk keruvut yang berbahan dasar seng lalu hanya dilapisi dengan tissue. Meskipun interior makanan menggunakan konsep pada zaman kuno, tidak berlaku pada interior untuk minumannya. Di Pranadjaya Coffee tetap menggunakan gelas kaca dan gelas plastik yang biasa digunakan pada restoran masa kini. Daftar harga menu pada Pranadjaya Coffee masing sangat terjangkau yaitu sekitar Rp. 15.000,00 sampai Rp. 35.000,00.
Kerbirti
Coffee
Kerbirti
Coffee beralamat di Jl. Slamet Riyadi No.
105A, Kutorejo, Sragen Tengah, Kec. Sragen, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia.
Kenbirti Coffee buka pada pukul 12.00-00.00
(setiap hari Senin-Sabtu) dan pukul 07.00-00.00 (setiap hari minggu). Untuk
tempat pada Kenbirti Coffe
yaitu memilih bertema industrial. Ketika memesan menu pada kedai kopi tersebut
setelah membayar pengunjung diberikan kartu yang berwarna-warni yang
bertulisakan nomor meja agar ketika pesanan sudah jadi, pelayan tidak kebingungan
ketika mencari pengunjung siapa yang memesan. Namun ketika pesanan telah sampai
kartu yang diberikan di kasir tadi diminta kembali oleh pelayan. Terdapat
banyak sekali daftar menu pilihan untuk pengunjung tidak hanya kopi dan nasi
saja namun, terdapat berbagai minuman yang berasal dari teh, lalu ada juga
minuman yang berasal dari coklat dan beberapa kue dan cookies untuk
menemani saat santai ngopi bersama teman-teman. Keunikan pada Kenbirti yaitu terdapat dua ruangan indoor
dan outdoor yang pada indoor bertema industrial namun pada bagian yang
outdoor seperti memilih tema alam, yaitu terdapat banyak tumbuhan dan ada juga
yang beralaskan rumput, tempatnya tidak jauh berbeda pada Pranadjaya Coffee. Kisaran harga menu makanan
dan minuman pada kenbirti coffe yaitu Rp. 4.000,00 sampai Rp. 35.000,00. Selain
itu juga terdapat menu spesial yang dinamakan “Menu Bar-Bar” menu spesial
tersebut berbentuk rice bowl beserta lauk pauknya, misalnya menu yang
diberi nama Barbar Original yang berisikan rice bowl, atam sambal matah,
telur barbar menu tersebut harganya hanya Rp 23.000,00 selain itu juga terdapat
menu bar-bar yang lainnya.
Solo
Kopi
Solo kopi beralamat di jln. Adi Sucipto
No. 31A, Surakarta. Solo kopi
buka pukul 08.00 – 24.00 solo kopi memiliki label nama yaitu “brewing every
day”. Kedai kopi yang bertemapatan di depan hotel Alana Surakarta tampak
luarnya saja sudah terlihat elit dan mahal. Kedai kopi yang bertema warna putih
untuk kebanyakan sudut ruangnya. Terdapat 2 lantai dan ada juga bagian indor
dan outdoor. Terdapat beberapa spot tempat yang dibagi-bagi dan tentu saja
memiliki tema yang berbeda-beda pula. Terdapat satu tema yang beruangan khusus
VIP jika ingin menempati ruang tersebut harus ada minimal pembelian. Ruangan
VIP sangat cocok untuk kegiatan meeting dengan rekan kerja karena dibuat
tertutup dan ada pintu masuknya tersendiri serta kunci sehingga tidak terganggu
oleh pengunjung yang lainnya.
Alasan Mengapa Remaja Memilih Nongkrong di Coffee Shop
Pada Saat di Pranadjaya Coffee, kami bertemu
dengan Bena. Bena merupakan salah satu pengunjung yang membeli atau nongkrong di
Pranadjaya Coffee yang terletak di Kabupaten Sragen. Kami sedikit berbincang dan
bertanya kepada Bena mengapa lebih memilih membeli kopi di coffee shop dan
mengapa tidak di kedai kopi biasa saja. Lantas apa yang dilakukan Bena selama membeli kopi di tempat ini. “Saya memang pecinta kopi. Saya memilih membeli
kopi coffee shop atau ditempat-tempat yang seperti ini karena buat
bikin konten aja mbak, hehe. Padahal kalau dipikir-pikir, untuk membeli 1 gelas
kopi disini jauh lebih mahal daripada ditempat biasa. Ya, bisa dapat 3 atau
bahkan lebih. Tapi kalau disini kan lebih nyaman dan asik untuk nongkrong-nongkrong dan sharing-sharing
dengan teman-teman
saya,” ujar Bena (24) pada Minggu
(18/10).
Di coffee
shop selanjutnya yaitu Karbirti Coffee yang juga
terletak di Kabupaten Sragen tepatnya
di Sragen Tengah. Kami juga berbincang dan bertanya
kepada salah satu pembeli, yaitu Siti Marfoatin (23). Pertanyaan yang kami tanyakan
juga masih seputar kenapa lebih menyukai membeli kopi ditempat coffee
shop dibandingkan dengan
tempat kopi biasa.
“Saya memang lebih suka tempat jual kopi yang seperti ini
karena kopinya asli digiling sendiri. Sedangkan kalau di warung kopi biasa berbentuk dalam kemasan, itupun belum tentu higenis. Kadang ada
pengawetnya dan rasa kopinya itu beda, lebih terasa kopi-kopi seperti ini,” ungkap
Siti Marfoatin (23) pada Minggu (18/10).
Selanjutnya di Solo Kopi yang ramai oleh penikmat
kopi. Disini kami mewawancarai salah satu penikmat kopi yang bernama Arif
Styawan (21). Arif merupakan salah satu pelanggan Solo Kopi yang sering berkumpul dan
mengerjalan tugas bersama teman-temannya di tempat ini. “Saya lebih menyukai kopi seperti ini walaupun mahal
tidak apa-apa karea mahalnya terbayar dengan rasanya yang nikmat dan tempatnya
yang nyaman. Kebanyakan kalau di coffee shop tempatnya juga mendukung kalau
dibandingkan dengan kedai-kedai kopi biasa. Jadi, di coffee
shop sangat cocok untuk saya berkumpul bersama teman bahkan mengerjakan tugas
bersama juga disini,” jelas Arif Syaifudin
(21)
pada Senin (19/10).
Infografis






Komentar
Posting Komentar