Langsung ke konten utama

Pandemi Virus Corona, Siswa Belajar di Rumah Aja




Pandemi Virus Corona, Siswa Belajar di Rumah Aja

Sekaringtyas Utamayanti
Selasa, 14 Juli 2020 14.37 WIB




Foto blog pribadi – Siswi SMA belajar di rumah

BENDOSARI, KABUPATEN SUKOHARJO – Pandemi virus corona masih melanda Indonesia hingga saat ini. Hal itu menyebabkan siswi SMA kelas XI belajar di rumah aja (13/07/20). Mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh gurunya, lalu mengupload ke whatsapp grup.


Sudah lebih dari tiga bulan virus corona melanda Indonesia. Di Sukoharjo pun hingga kini masih berada di zona merah. Hal itu menyebabkan siswa harus belajar di rumah. Bahkan saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru, siswa tetap masih belajar di rumah. Untuk memudahkan pembelajaran, guru menggunakan aplikasi whatsapp grup untuk memberikan tugas-tugas kepada siswa.

“Iya sekarang masih online. Karena sekolahnya online, jadi gurunya ngasih tugas lewat whatsapp,” ujar Dyah, salah satu siswi SMA di Sukoharjo.

Siswa juga mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dengan di rumah aja. Ketika ada kesulitan yang mereka hadapi saat mengerjakan tugas, mereka juga akan bertanya kepada gurunya melalui grup whatsapp.

“Ya, tugasnya ada yang susah ada yang gampang. Nanti kalau ada yang susah, aku tanya ke grup whatsapp,” lanjutnya.

Selama melakukan pembelajaran di rumah, siswa bisa mengerjakan tugas di mana saja untuk mengatasi rasa bosan. Bisa di ruang tamu, ruang belajar, kamar, atau bahkan di taman dekat rumahnya. Siswa membutuhkan suasana belajar yang berbeda-beda agar mereka bisa melaksanakan pembelajaran online atau mengerjakan tugas dengan nyaman.

“Biasanya aku ngerjain tugasnya itu tempatnya pindah-pindah supaya aku lebih fresh dan ngga bosen,” ujar Dyah kemudian.

Pembelajaran online ini juga menyebabkan siswa tidak bisa bertemu secara tatap muka dengan teman-temannya. Mereka harus melakukan videocall untuk bisa melihat teman-temannya. Oleh karena itu, siswa sangat merindukan pembelajaran secara tatap muka.

“Iya, mbak. Lebih seru dan lebih enak kalau tatap muka. Bisa ketemu temen-temen dan guru-guru,” ungkapnya lebih lanjut.

Pandemi virus corona ini menyebabkan perubahan di berbagai hal. Mulai dari ekonomi, sosial, pariwisata, dan juga pendidikan. Meskipun terkena imbas adanya pandemi virus corona ini, dunia pendidikan harus tetap berjalan. Agar generasi penerus bangsa tetap mendapatkan ilmu meskipun dengan cara pembelajaran online.

Dengan adanya pembelajaran yang dilakukan secara online ini semoga dapat mengurangi penyebaran virus corona. Karena ini juga meruapakan salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus corona dengan diadakannya social distancing dan pembelajaran online


Dokumentasi



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pencurian di Tengah Pandemi Virus Corona

Pencurian di Tengah Pandemi Virus Corona Sekaringtyas Jum'at, 01 Mei 2020 08:25 WIB Ilustrasi pencurian rumah (Foto: Edi Wahyono/detikcom) BENDOSARI, KABUPATEN SUKOHARJO -   Kasus pencurian kembali meruak di lingkungan masyarakat. Telah terjadi pencurian pada hari minggu (26/04/20) di Jombor, Bendosari, Sukoharjo. Polisi masih memburu pelaku karena belum diketahui keberadaannya. Melihat kondisi rumah korban, diduga pelaku melancarkan aksinya yaitu dengan mencongkel pintu rumah korban. Nam un, pelaku melakukan aksinya dengan sangat mulus. Hampir tidak terlihat tanda-tanda  congkelan  pada pintu rumah  tersebut. Menurut warga sekitar,  di dalam rumah tersebut terdapat dua orang yang sedang tidur. Pencurian terjadi sekitar minggu dini hari. Namun, korban baru menyadari pukul 03.15 WIB. Saat akan sahur, korban melihat kamarnya yang sudah berantakan. “Yang punya rumah ada kok, dua orang. Mereka sedang tidur. Bangun-bangun kamarnya sudah...

UTS Jurnalistik

UTS Daring (dalam jaringan) saat Pandemi Virus Corona (Covid-19) Adanya pandemi Virus Corona ini, menyebabkan banyak sekali dampak bagi masyarakat maupun bagi dunia. Selain berdampak pada perekonomian negara, Virus Corona juga berdampak pada dunia pendidikan. Pemerintah di banyak negara, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah telah mengeluarkan kebijakan yang harus ditaati oleh seluruh warga negara untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan meluasnya penularan Virus Corona. Saat ini di Indonesia, beberapa PTN (Perguruan Tinggi Negeri) maupun PTS (Perguruan Tinggi Swasta) mulai menerapkan kebijakan perkuliahan yang dilakukan dari jarak jauh yaitu perkuliahan secara online atau daring (dalam jaringan). Perkuliahan secara online atau daring (dalam jaringan) dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi pembelajaran online yang telah ada seperti schoology, edmodo, google classroom, zoom, dan sebagainya. Sekarang UM...

Feature News

WARUNG TEMPOE DOLOE  Oleh Sekaringtyas Utamayanti Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman Seiring berkembangnya zaman, banyak warung makan baru yang menyita perhatian para remaja hingga orang tua. Warung makan yang di desain dengan sedemikian rupa untuk menarik perhatian pelanggannya. Mulai dari tempatnya hingga menu-menunya yang berbeda dari tempat yang lain. Tetapi, di Semarang masih ada salah satu warung tempoe doloe yang hingga saat ini masih buka. Warung   tersebut bernama “Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman”. Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman yang beralamatkan di Jalan Cinde Barat 1/ 26, Semarang, Jawa Tengah ini buka pukul 06.30-17.00. Warung yang berdiri sejak tahun 1964 ini memiliki berbagai macam menu masakan jawa seperti soto, opor, pecel,   gule, nasi rames, dan garang asem. Sedangkan menu terfavorit di Warung Makan Ibu Hj. S. Rasiman ini adalah garang asem. Berdasarkan hasil wawancara saya dengan cucu pemilik warung yaitu Bu Sar, “Bahwa garang asem sebenarnya makanan k...